Let's travel together!
Bingung, Kok Semuanya Jelas, ya? xD
Dari awal menginjakkan kaki di bandara Kansai, Osaka, Jepang, saya sudah bisa merasakan saya akan baik-baik saja di negara ini. Kekhawatiran bakal jadi orang linglung setelah sampai di bandara Kansai langsung sirna begitu melihat kerapihan bandara ini, hihihi. Plang-plang petunjuknya jelas, dan selalu disertai dengan bahasa Inggris(ya iyalah, jeng!). Tapi, kalau masih merasa nggak jelas juga, kamu bisa tanya-tanya ke petugas bandara atau petugas di tourist information centre, kok. Semuanya akan menjawab pertanyaan kamu dengan ramah, dan rata-rata mereka juga bisa berbahasa Inggris dengan baik, jadi, jangan huawatiiiirrr nyasar ya ciiinnn, hihihi.
Kansai International Airport
Ternyata, untuk menggunakan public phone kita harus punya uang koin 100 yen. Tenang aja, kalau kita nggak punya pecahan koin 100 yen, ada mesin penukar uang. Cara menukarkannya pun cukup mudah, yaitu dengan memasukkan lembaran uang 1000 yen kita ke tempat yang ditentukan, maka si mesin akan secara otomatis menelan uang kertas kita dan menggantikannya dengan mengeluarkan 10 uang koin 100 yen. Cring..cring..cring.
Mendengar suara gemerincing koin yang keluar dari mesin, si Kyun girang banget, dia malah ketagihan buat nuker uang 1000 yen nya ke 100 yen (~__~)". Oya, selain public phone, di tempat yang sama juga ada penyewaan internet gitu, jadi kalau nggak punya nomer telepon tempat yang ingin dituju, bisa juga kirim e-mail (atau cuma sekedar buat nulis status di jejaring sosial? xp). Menyenangkan yaaa?
diubah jadi
Si public phone ini adanya di sebelah kanan information centre, ada tanda orange gitu di depannya.
Moshi-moshi!
Setelah menelepon Mr.Takamoto untuk mengabarkan kedatangan kami, kami pun segera menuju tourist information centre yang ada di sebelah kiri information centre. Di tourist information centre ini kami meminta peta berbahasa Inggris, tanya ini itu, dan beli tiket 2 days Kansai Through Pass.
Tadaa!!
Catatan penting nih, tiket ini hanya wajib dibeli kalau kamu memang PASTI akan keliling semua daerah Kansai yaaaa (Osaka, Nara, Kyoto, Kobe, Koyasan), karena kalau nggak yakin, mending nggak usah beli, rugi bandaarr cyiinnn, kayak saya, ihik.
Tiket 2 days Kansai Through Pass ini harganya lumayan muahahahahal, 3800 yen (dengan kurs rupiah +/-120 yen saat itu,
jadi harganya sekitar 456.000 rupiah). Bisa dipakai untuk dua hari tidak berurutan alias kapan saja. Tapi kalau kamu memutuskan untuk memakai di satu hari, lebih baik satu hari itu benar-benar dimanfaatkan untuk keliling Kansai (misal, rute Osaka-Nara-Kyoto-Osaka) atau pergi ke Koyasan (oooh, you HAVE to go there, very beautiful and awesome, worth every penny, hihihi).
Nah, setelah semua urusan di lantai bawah kelar, kami naik ke lantai 2 dengan menggunakan eskalator menuju tempat pembelian tiket nankai train. Oya, di Jepang ada kebiasaan baik nih, selama naik eskalator usahakan berdiri berurutan di line yang sama ya, jangan berjejer, karena line yang lain biasa dipakai oleh pengguna yang terburu-buru, supaya dia bisa menyusul kita. Tertib nan lancar. Suka deh.
Kami membeli tiket nankai train dengan kondisi non-reserved seat,
seharga 890 yen sekali jalan (106.800 rupiah). Kami memang sengaja cari yang
paling murah harganya diantara armada-armada angkutan yang ada. Hihihi. Alhamdulillah, walaupun non-reserved seat, tapi tetap dapat duduk.

Penampakan si nankai train (nankai electric railway), kereta yang akan membawa kami ke Namba Station (pemberhentian terakhir) dari Kansai International Airport. Mirip kereta comm-line ekonomi-AC JaBoDeTaBek, ya, hihihi.
Orang Jepang Ramah Ramah, Sumpah!
Kalimat Jepang pertama yang saya ucapkan seperti judul diatas terjadi waktu saya dan Kyun sedang berada di nankai train. Jadi ceritanya, waktu kereta sudah mulai padat, Kyun yang duduk tepat di depan seorang ibu paruh baya memberikan gesture mempersilakan ibu itu untuk duduk. Tapi si ibu menolak sambil tersenyum. Pikir saya waktu itu, "Wah, rumor yang bilang, orang-orang tua di sini nggak suka dikasihani mungkin saja betul ya?" Si ibu tetap memilih berdiri.
Tidak berapa lama, bangku di samping saya kosong, dan si ibu pun duduk. Mungkin melihat bawaan kami yang traveller banget, si ibu tergelitik nanya, pake bahasa Jepang, "...lalala..ka?" Sumpah saya nggak ngerti. Kyun yang bisa sedikit-sedikit bahasa Jepang juga nggak paham, karena katanya suaranya si ibu halus banget, nggak kedengeran.
Sambil tersenyum manis saya jawab seadanya, "We're from Indonesian."
"Ahh.. vacasion?" Katanya lagi dengan logat Jepang yang kental.
"Yes, vacation, summer vacation."
Terus saya sok tahu deh ngomong, ""Sumimasen,watashi wa,err,jozu dewa,eh,nihonggo...er,arimasen!" (artinya, ya, kurang lebih : maaf bahasa Jepang saya tidak baik.").
Si ibu ketawa, sambil bilang, "Daijobu desu!"
Artinya kurang lebih, "Nggak apa-apa, kok!" Hihihihi.
"Where?" Tanyanya lagi sambil nunjuk rute yang terpampang didekat pintu kelur kereta.
"Oh, Namba. Namba Station."
Kami pun berdialog. Ala kadarnya. Campur. Inggris, Jepang, Sunda, Indonesia, tangan, semua keluar. Pokoknya asal sama-sama mengerti. Sampai akhirnya beliau harus turun, ee, dia ngeluarin dua permen dari tasnya, terus dikasih ke saya dan Kyun....:') (terharu sangat). Nggak henti-hentinya kita berdua bilang thank you sama arigatooo ke si ibu. Padahal cuma permen ya, tapi beneran deh, terharu banget sama keramahannya mereka.
Kyun's sweet candy :))







Tidak ada komentar:
Posting Komentar